Sosok

Mengenal Dian Sastrowardoyo, Sosok Inspiratif yang Bertekad Memajukan Pendidikan Anak dan Perempuan Indonesia

Indrajatim.com | Surabaya – “Harapanku orang Indonesia lebih terpelajar semua, jadi kalau kita ketemu sama orang dari bangsa lain, kita tidak dianggap remeh lagi,” ucap Dian Sastrowardoyo dalam Instagram @therealdidastr saat live streaming bersama Yayasan Dian dan Hoshizora Foundation.

Dian Sastrowardoyo merupakan sosok inspiratif dengan berbagai prestasi di bidang seni peran dan perfilman Indonesia. Perempuan yang memiliki nama lengkap Diandra Paramita Sastrowardyo tersebut memulai debut karirnya sebagai model dalam ajang gadis sampul majalah Gadis pada 1996 silam saat ia duduk di bangku kelas 1 SMP, hingga namanya kian melejit sebagai ikon perfilman Indonesia dan aktif menyuarakan semangatnya di bidang pendidikan perempuan dan anak.

Tercatat 10 film telah dibintangi oleh perempuan berdarah Indonesia tersebut, antara lain: Pasir Berbisik (2001), Ada Apa Dengan Cinta? (2002), Banyu Biru (2005), Ungu Violet (2005), 3 Doa 3 Cinta (2008),7/24 (2014), Kartini (2017), The Night Comes For Us (2018), Aruna dan Lidahnya (2018), dan Guru-Guru Gokil (2020). Dian Sastro selalu menebarkan benih-benih kebaikan dengan harapan dapat bermanfaat bagi banyak orang, terutama bagi anak-anak dan perempuan.

Melalui Beasiswa Dian, ia bertekad untuk mewujudkan mimpi anak-anak cerdas yang selama ini belum terlaksana. Dana yang ia keluarkan pun merupakan hasil tabungan pribadinya yang sebetulnya ia gunakan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri agar mampu membuktikan kepada orang-orang yang meremehkannya di masa lampau.

Melalui talkshow bersama Dewi Sandra dalam kanal YouTube WardahBeauty, Dian Sastro menyampaikan bahwa Beasiswa Dian yang ia bentuk sekitar tahun 2015/2016 ini telah menyekolahkan 17 anak yang berjuang keras untuk meraih mimpinya agar dapat bersekolah hingga ke perguruan tinggi. Tercatat hingga bulan April 2021, 7 diantaranya telah menyandang status sebagai sarjana dan sukses mewujudkan mimpinya untuk menjadi dokter, pengacara, dan sebagainya.

“When you wanna proof that you are good, sukses bukan buat diri sendiri doang. Tapi kalau bisa, sih, sukses ada manfaatnya buat orang lain juga. Akhirnya, yaudah deh banyak pasti Dian-Dian kecil di desa yang impiannya nggak jauh-jauh kok, cuma pengen ke perguruan tinggi negeri, tapi mereka nggak punya gitu, loh duitnya­. Kenapa nggak aku pake tabungan aku yang sebenarnya aku save up buat diri aku buat Dian-Dian kecil itu. Akhirnya aku buka Beasiswa Dian,” tutur Dian Sastro.

Perempuan yang menyandang status sebagai ibu dari dua orang anak ini juga selalu mengutamakan pendidikan. Dian merupakan lulusan S1 jurusan Filsafat di Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikannya ke pascasarjana di jurusan Manajemen Keuangan. Ia sering kali menyelipkan pesan kepada perempuan di Indonesia untuk selalu bekerja keras guna menjadi sosok yang patut untuk dilibatkan di ruang publik. Ibu merupakan madrasah pertama dalam keluarga, sehingga perempuan yang cerdas diharapkan mampu melahirkan anak-anak yang cedas pula, tujuannya adalah terciptanya keseimbangan peran di keluarga dalam mendidik anak.

“Gimana jadinya mau jadi guru yang hebat karena semua perempuan itu guru by nature. Gimana caranya kita mau jadi guru yang baik di rumah masing-masing, kalau kitanya sendiri juga nggak mau denger. Membebankan semua PR-PR dan masalah ini hanyak keapada setengah populasi manusia which is Cuma laki-lakinya aja, I don’t think is fair juga. Karena kita, kan, juga bagian dari human race, kita sebagai perempuan bukan ornamental, bukan aksesoris, bukan penari latar. Kita punya peranan yang sama seperti saudara kita yang laki-laki we need to help our we also human,” tutupnya dalam talkshow bersama Dewi Sandra. (Canty)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button