Sosok

Endah Wahyuni, 30 Tahun Setia Mendampingi Anak-anak Disabilitas

Indrajatim.com | Surabaya – Endah Wahyuni, namanya. Perempuan berusia 58 tahun itu memiliki sorot mata yang meneduhkan dan senyum yang begitu lembut, dengan sapuan keriput di garis-garis wajahnya. Saat berbicara, tutur katanya begitu ramah dan santun.

Bertemu secara tak sengaja, yakni di lokasi acara “Festival Budaya Disabilitas Internasional 2022”, di bawah pohon beringin Taman Budaya Jatim, Endah Wahyuni memperkenalkan diri dengan sapaan akrabnya, Bu Yuni.

Bersama tiga murid dan walinya, Bu Yuni tak sungkan untuk berbagi cerita. Ternyata ia adalah sosok hebat yang telah mencurahkan lebih dari setengah usianya, 30 tahun, untuk membimbing anak-anak berkebutuhan khusus di SLB YPAC (Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Semolowaru, Surabaya.

“Saya itu senang sekali mengajar, karena anak-anak bisa mendorong saya untuk bahagia selalu. Makanya saya selalu masuk terus di kelas, karena di situ saya bisa merasa sehat kembali,” kata Endah Wahyuni,Jumat (2/12) lalu.

Menurut ia, Ibaratnya dirinya sudah ada ikatan batin dengan anak-anak disabilitas. “Ketika saya tidak hadir di kelas, mereka juga ikut ndak masuk. Pernah suatu saat saya berhalangan hadir, ada salah seorang murid saya yang nangis terus. Ingin diajar sama saya,” jelasnya sambil tersenyum.

Cerita Endah, terhitung pasca lulus dari SGPLB (Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa), 22 September 1986, ia memposisikan dirinya menjadi “ruang yang nyaman” bagi anak-anak didiknya.

AKTIVITAS: Endah Wahyuni saat membimbing anak berkebutuhan khusus di SLB YPAC Semolowaru, Surabaya. (Dok.YPAC Surabaya)

Termasuk mendidik anak-anak untuk belajar dan berkembang. Kecintaannya pada anak-anak, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus atau disabilitas menjadikan ibu empat anak itu tetap mengajar di SLB YPAC hingga kini.

Perjuangannya untuk mendidik anak-anak berkebutuhan khusus ini memang patut untuk diapresiasi. Sebab, di usianya yang tak lagi muda, ia tetap bersemangat untuk mengajar, walaupun harus menempuh jarak sekitar 10 Km tiap hari dari rumahnya, menggunakan sepeda motornya seorang diri.

Di tempat ia mengajar, lanjut Bu Yuni, ia ditempatkan untuk menjadi guru bagi siswa SD kelas 1-2 disabilitas, seperti tuna daksa hingga tuna grahita. Kesabaran yang dimilikinya dalam mendidik anak berkebutuhan khusus memang luar biasa.

Baginya, dalam membimbing anak-anak, khususnya penyandang disabilitas harus dengan sepenuh hati dan bisa memahami apa yang mereka butuhkan. “Mengajar anak-anak itu perlu sentuhan hati. Misalnya, kita sayang, mereka dibelai dan harus sabar. Jadi harus dengan cara yang lemah lembut. Karena mereka itu sebenarnya anak-anak yang hebat,” ucap Bu Yuni.

Ketika masih ada orang yang menganggap rendah penyandang disabilitas, dengan dedikasi kemanusiaan yang dimiliki Bu Yuni, ia selalu bertekad untuk menjadikan anak-anak tersebut menjadi sosok yang mandiri dengan segala bakat yang dimilikinya.

Ia bercerita bahwa dalam proses membimbing anak berkebutuhan khusus memang ada rasa suka dan duka yang di alaminya. “Sukanya itu mereka sangat periang dan nurut,” ujarnya. “Dukanya ketika emosi mereka kadang memuncak dan itu sulit untuk dikontrol,” imbuhnya.

Maka berbekal pengalaman yang ia miliki, Bu Yuni tak pernah mengeluh ketika berada di kondisi tersebut, dan ia selalu memiliki cara untuk merayu anak-anak agar kembali nurut atau sampai kondisi psikologisnya stabil.

“Kita tidak pernah tahu kondisi yang sedang mereka alami. Tapi biasanya ketika sedang emosi, saya gendong, saya dekati, ya, saya mencoba memahami apa yang dia butuhkan. Pokoknya saya dorong agar anak-anak itu mau menyampaikan perasaan yang sedang ia alami,” katanya.

Satu tahun lagi, Bu Yuni akan menuntaskan purnabaktinya. Ia merasa bersyukur bisa selalu mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus selama puluhan tahun. Baginya, anak-anak berkebutuhan khusus tersebut hanya terbatas secara gerak saja. Tapi mereka tetaplah sosok yang istimewa dengan segala kelebihannya. (Canty Nadya P/Azt)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button