Peristiwa

129 Orang Meninggal di Insiden Kanjuruhan Malang

Indrajatim.com – Malang: 129 orang dinyatakan meninggal setelah laga derby Arema FC versus Persebaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10) malam kemarin. Korban berjatuhan setelah sebelumnnya terjadi kericuhan.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menjelaskan bahwa insiden tersebut disebabkan karena terjadi kerusuhan setelah Arema FC mengalami kekalahan dengan skor 2-3 dari Persebaya pada Sabtu (1/10) malam.

“Terkait dengan proses tidak ada permasalahan. Permasalahan terjadi setelah laga selesai dari kekecewaan supporter yang melihat tim kesayangannya kalah bertanding di kandang sendiri,” kata Nico dalam konferensi pers di Polres Malang, Minggu (2/10) dikutip dari berbagai sumber.

Nico menambahkan bahwa untuk melampiaskan kekecewaanya para supporter berusaha masuk ke lapangan dengan membobol pagar pengaman. Akibatnya kerusuhan terjadi setelah ada perlawanan antara aparat keamanan dengan para supporter. Dalam melakukan proses pencegahan, polisi lalu menembakkan gas air mata kepada massa. Adanya gas air mata membuat para supporter berhamburan panik hingga terjadi aksi pukul-memukul dan terinjak-injak serta jatuh dari atas tribun.

Dalam konferensi pers, Nico mencatat ada 127 korban meninggal dalam insiden tersebut. 125 orang berasal dari kalangan supporter, 2 di antaranya merupakan aparat kepolisian. Serta ada 180 orang mengalami luka-luka. Selain itu ada 13 mobil yang rusak. Korban tidak hanya berasal dari Kota Malang, tetapi berbagai daerah.

Saat ini, update terkofirmasi korban yang meninggal ada 129 orang, 120 luka-luka dan 18 orang berlum terindentifikasi.

Karena korban yang berjatuhan terlalu banyak dan kapasitas oksigen tidak mecukupi, para korban dirujuk ke sejumlah rumah sakit di antaranya ke RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Hasta Husada, RS Saiful Anwar dan lainnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes Malang sudah menyiapkan seluruh rumah sakit di Kabupaten Malang guna memberi bantuan dan menangani secara khusus, terlebih kepada korban yang kritis. Kami mengarahkan seluruh ambulance dan dokter di 33 kecamatan untuk bekerja secara maksimal,” ujar Wakil Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto.

Atas musibah ini Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi menyampaikan duka cita yang mendalam bagi para korban dan keluarga. Pihaknya mengaku akan bersinergi dengan berbagai pihak baik bersama Pemkab dan Pemprov dalam penanganan untuk para korban.

“Saya turut berduka cita dan prihatin atas insiden ini. Karena tidak menyangka terjadi peristiwa seperti ini. Kalau rumah sakit di Malang overload, maka bisa dirujuk di RS Dr. Soetomo di Surabaya. Saya sudah minta kepada semua rumah sakit provinsi untuk bersiap membantu,” jelasnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mengatakan bahwa pihak Pemprov akan fokus terhadap proses penanganan para korban. (Izzatun Najibah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button