Surabaya

Surabaya Diharap Jadi “Mercusuar” Gerakan Anti Korupsi

Indrajatim.com | Surabaya – Kota Surabaya terpilih menjadi salah satu tuan rumah Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) pada 1 – 2 Desember 2022. Peringatan Hakordia tahun 2022 yang digelar selama dua hari ini, akan berlangsung di Gedung Negara Grahadi dan Gedung Merah Putih, Alun – alun Suroboyo.

Seperti termuat dalam press release Humas Pemkot Surabaya, Kamis (01/12), pada peringatan Hakordia tahun 2022, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak jajarannya di lingkup Pemkot dan warga Surabaya untuk menjadi insan anti korupsi. Menurut Eri, langkah Pemkot dalam menciptakan insan anti korupsi harus dimulai sejak dini.

“Maka kami bukan hanya memberikan bekal anti korupsi kepada jajaran di Pemkot, tetapi juga memberikan materi pelajaran yang berkaitan dengan bahaya korupsi di kalangan pelajar,” kata Eri Cahyadi, Rabu (30/11) sore.

Selain memberikan materi anti korupsi sejak dini kepada pelajar, Wali Kota Eri melanjutkan, pada akhir Desember 2022 seluruh kantor di lingkup Pemkot Surabaya, baik itu dinas, kecamatan, dan kelurahan, diwajibkan untuk menayangkan hasil penyerapan anggarannya melalui presentasi via digital.

“Jadi kita pampang secara elektronik, agar transparan. Sehingga masyarakat tahu, penyerapannya berapa persen, proyek yang sudah dikerjakan berapa persen, nanti akan terlihat semuanya. Karena setiap kantor dinas, kecamatan, maupun kelurahan harus bertanggung jawab terhadap penyerapan anggarannya,” papar Eri.

PERINGATAN: Agenda peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. (Humas Pemkot Surabaya)

Bukan hanya itu, untuk mencegah terjadinya praktik korupsi di jajaran Pemkot, Wali Kota Eri Cahyadi juga menerapkan kontrak kinerja pada masing-masing pegawainya di dinas, kecamatan hingga kelurahan. Tujuannya, maka kepala dinas, camat, dan lurah akan terawasi target kinerjanya.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menyampaikan, dalam melakukan pengawasan kinerja jajarannya, tidak bisa dilakukan sendiri. Maka ia ingin warga masyarakat dan media massa turut menjadi pengawas jajarannya di dinas, kecamatan, dan kelurahan.

“Ketika semakin banyak dilakukan pengawasan, maka kinerjanya akan semakin cepat dan baik. Jangan hanya cepat, tetapi grusa – grusu (terburu – buru), karena kalau saya memantau sendiri akan susah. Lewat digitalisasi ini maka masyarakat hingga wartawan, semua bisa mantau,” jelas Eri.

Selain itu, Direktorat Wilayah III Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup), Brigjen Pol Bahtiar Ujang Purnama menyampaikan, alasan mengapa Kota Surabaya menjadi salah satu tuan rumah dalam memperingati Hakordia di Tahun 2022. Alasannya, karena Surabaya menjadi salah satu kota yang strategis untuk menjadi “mercusuar” anti korupsi di Jawa Timur.

Dalam peringatan Hakordia pada 1-2 Desember 2022, akan ada beberapa tema acara yang digelar, antara lain seminar anti korupsi bertajuk “Perbaikan Tata Kelola Terhadap Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB)”, pameran produk sistem anti korupsi dari masing-masing daerah di Jatim, hingga sosialisasi penguatan anti korupsi.

“Dalam kegiatan ini, Direktorat Wilayah III KPK juga mengundang 6 perwakilan gubernur. Di antaranya Gubernur Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jatim. Serta ada jajaran TNI dan Polri hingga Kejaksaan,” ujar Bahtiar.

Bahtiar berharap, Kota Surabaya bisa menjadi mercusuar yang mampu menyebarkan gerakan anti korupsi hingga ke daerah-daerah yang ada di wilayah Jatim. Selain itu diharapkan Surabaya juga bisa menjadi pioner gerakan desa anti korupsi. “Saya harap Surabaya bisa menjadi pijar mercusuar yang menyinari wilayah atau desa-desa di Jatim, menyerukan gerakan anti korupsi,” pungkasnya. (Humas Pemkot/Azt)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button