Surabaya

Festival Budaya Disabilitas, Wujudkan Terciptanya Ruang yang Setara

Indrajatim.com | Surabaya – Tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional atau International Day of Person Disabilities. Tujuannya, untuk mewujudkan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas.

Maka, untuk mendorong implementasi hal tersebut, komunitas Istana Karya Difabel (IKD) berkolaborasi dengan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) menggelar Festival Budaya di Hari Disabilitas Internasional 2022.

Event digelar selama tiga hari, yakni pada tanggal 2-4 Desember 2022 di Pendopo UPT Taman Budaya Jawa Timur, dengan mengusung tema “Berkarya Bersama Mewujudkan Kesetaraan”.

Acara tersebut berupaya untuk mendorong kesetaraan pada anak penyandang disabilitas, agar bisa mendapatkan hak asasi manusia yang adil dan setara. Sekaligus untuk menumbuhkan rasa percaya diri dalam berinovasi dan berkarya.

Acara dibuka dengan lomba mewarnai di hari pertama. Diikuti puluhan peserta dari berbagai yayasan dan komunitas. Di antaranya, Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Istana Karya Difabel (IKD), AAI Kota Surabaya dan SLB Bangun Bangsa.

Yoesi Raosika Sary, pembina Istana Karya Difabel (IKD) sekaligus ketua penyelenggara Festival Budaya Disabilitas Internasional 2022 menuturkan, festival tersebut merupakan sebuah upaya untuk mengapresiasi kerja belajar anak-anak disabilitas. Terutama di bidang ekstrakurikuler. Seperti melukis, mewarnai, menari dan menyanyi.

MEWARNAI: Ramadania Difa, salah seorang peserta Lomba Mewarnai. (indrajatim/Canty Nadya P)

“Acara ini untuk mengapresiasi anak-anak ini semuanya. Kita ingin menunjukkan, bahwa kita tidak menjual kesedihan, tetapi mengangkat sebuah karya yang luar biasa,” kata Yoesi Raosika, Jumat (2/12).

Sehingga, rangkaian acara dirancang dengan optimal. Ini agar mampu membakar semangat anak-anak disabilitas agar berani menunjukkan minat dan bakatnya di hadapan publik. Selain lomba mewarnai, acara tersebut juga dimeriahkan dengan pameran lukisan, parade musik disabilitas, fashion show disabilitas, dan persembahan tarian nusantara yang berlangsung di hari kedua.

Tujuan utama IKD dan KPJ menggelar Festival Budaya ini untuk meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas di lingkungan masyarakat, dan memperjuangan hak-hak dasar mereka untuk mendapatkan ruang yang aman, adil dan terbebas dari eksploitasi. Apalagi, sejatinya tidak ada perbedaan antara anak berkebutuhan khusus dengan anak yang normal.

“Semoga adik-adik ini bisa mendapatkan hak-haknya. Karena saya tahu, tidak ada perbedaan antara anak berkebutuhan khusus dengan anak yang normal. Saya yakin kita bisa menembus batasan itu bersama-sama,” ucap perempuan yang akrab disapa Bunda Yoesi tersebut.

Sementara itu, Endang Wahyuni, salah satu pengajar di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) merasa antusias dan bangga dengan digelarnya peringatan Hari Disabilitas Internasional 2022 ini. Ia menilai, event tersebut sebagai bentuk untuk memberikan ruang kepada anak-anak disabilitas menunjukkan kehebatannya.

“Saya datang di sini bersama tiga murid saya, dan saya bersama yayasan merasa bangga sekali bisa hadir di acara ini, karena bisa menunjukkan bakat hebat dari murid-murid kami,” katanya. (Canty Nadya P/Azt)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button