Pantura

Plt Dirjen Kekayaan Intelektual Ungkap Pentingnya Mendaftarkan Produk Ekraf ke HAKI

Indrajatim.com – Gresik: Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Plt Dirjen KI), Razilu, mengungkapkan, masih banyak pelaku usaha ekonomi kreatif yang belum mendaftarkan produknya untuk mendapat perlindungan Hak Kekayaan Inteketual (HAKI).

Hal tersebut diungkapkan kepada 750 warga Kabupaten Gresik yang merupakan para pelaku UMKM, usaha kreatif serta seniman dalam kegiatan Penguatan Pelayanan Publik dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pelayanan Kekayaan Intelektual di Gresik, Kamis (10/11) pagi.

“Saat ini sebagian besar pelaku usaha yang bergerak di sektor ekonomi kreatif di Indonesia masih banyak yang belum memiliki perlindungan kekayaan intelektual,” kata Razilu.

Razilu menambahkan, pendaftaran produk usaha untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intektual berguna untuk melindungi hak cipta sekaligus membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui program kerja DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) Tahun 2023. Selain itu, pendaftaran HAKI dapat mendorong kecintaan masyarakat terhadap produk lokal, agar terus mengaplikasikan dan menggaungkan Bangga Buatan Indonesia.

“Saya mengajak bagi para pelaku UMKM yang belum mendaftarkan mereknya untuk segera didaftarkan, dan kepada para penggiat seni yang belum mencatatkan karya cipta agar segera mencatatkan hak ciptanya ke DJKI,” ujarnya.

Potensi tingginya sektor ekonomi kreatif didorong dari UMKM baik kekayaan intelektual personal maupun komunal. Untuk itu, Razilu berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi anggaran untuk mengajukan permohonan kekayaan intelektual kepada setiap pelaku UMKM dan penggiat seni.

“Jadi Kabupaten-Kabupaten lain memberikan subsidi kepada pelaku usaha, jadi mereka tidak perlu mikir-mikir untuk mengajukan permohonan KI, karena dibantu oleh pemerintah daerah,” papar Razilu.

Dalam kesempatan ini pula, Plt. Dirjen KI Razilu memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat di Jawa Timur yang memiliki kepedulian dan berperan aktif dalam pengembanngan Kekayaan Intelektual di Provinsi Jawa Timur.

Adapun tokoh masyarakat tersebut adalah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur Kusnadi, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Sahid, dan Anggota DPRD Kabupaten Tuban M. Abu Cholifah. (Izzatun Najibah)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button