Mataraman

Peresmian Monumen Garuda Pancasila di Trowulan, Mojokerto

Indrajatim.com – Mojokerto: Monumen Garuda Pancasila yang berdiri di Pondok Pesantren Segoro Agung, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto telah diresmikan oleh Bupati Kabupaten Mojokerto pada Jumat malam (16/9). Peresmian tesebut juga dibuka dengan pertunjukan wayang kulit.

Bupati Mojokerto, Ikfina berharap pagelaran wayang dapat menjadi penghantar untuk kembali menguatkan nilai-nilai dalam Bhinneka Tunggal Ika.

“Pertunjukan wayang ini merupakan pertanda berdirinya Monumen Garuda Pancasila untuk kita bersepakat meneguhkan kembali nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Ikfina.

Pagelaran Wayang Kulit Pada Peresmian Monumen Garuda Pancasila (Foto/Indrajatim/Indra).

Ikfina menambahkan, nilai dalam kebhinnekaan masyarakat tersebut berkaitan dengan jejak peninggalan sejarah dan cagar budaya yang ditinggalkan oleh Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan, Mojokerto sebagai cikal bakal Negara Kesatuan Republik Indonesia

“Di sinilah dulu pusat Kerajaan Majapahit berdiri. Dan di sinilah pulalah para leluhur pemersatu bangsa ini menorehkan sejarah perjuangan dan mewariskan nilai-nilai luhur bangsa kepada kita semua. Sehingga sampai saat ini kita masih berada dalam satu kesatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan persaudaraan yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain,” tambahnya.

Pada peresmian Monumen Garuda Pancasila ini hadir pula KH Husein Ilyas, kiai sepuh yang menjadi pemimpin seremonial acara tersebut. Pada sambutannya, KH Husein Ilyas berharap bahwa segenap masyarakat tetap mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

“Mugo-Mugo Majapahit tetap jaya. Mugo-mugo tetap dibarokahi oleh Allah SWT. Setiap malam 17 di Karang Nongko selalu diadakan istighosah. Jadi memperingati Kemerdekaan itu bukan hanya satu tahun sekali, tetapi setiap bulan sekali di malam 17,” tutur kiai berusia 92 tahun tersebut.

Monumen Garuda Pancasila (Foto/Indrajatim/Indra).

Pengesahan monumen itu juga dihadiri Anggota DPR RI Komisi VIII; Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi, S.H., M.Hum; Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak, S.H., M.H; Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, Pembina dan Pengasuh Pondok Pesantren Segoro Agung, dan beberapa pejabat lainnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, S.H., M.Hum menuturkan bahwa momentum peresmian Monumen Garuda Pancasila bertujuan untuk memperingati jasa-jasa dari para leluhur yang telah mendahului kita semua.

“Hari ini kita bersama-sama untuk memperingati mereka (para leluhur), dan kita berharap semoga kita semua mendapatkan ridho dari mereka, agar dalam perjalanan bangsa ini ke depan bisa menjadi lebih baik, sebagaimana yang menjadi harapan bagi kita semua,” kata Kusnadi. (Canty Nadya Putri/Fahmi Faqih)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button