logo
- Sponsored Ad - Advertisement

Indomie di Nigeria, Afrika Barat.

  • 12-03-2022

Indrajatim.com – Surabaya: Warga Indonesia mana sih yang nggak kenal dengan mi instan merek “Indomie?” hampir sebagian besar mengenal dan pernah mengonsumsi. Sudah menjadi rahasia umum kalau kepopuleran Indomie tidak hanya di Indonesia.

Tak ayal jika Indomie menjadi raja pasar domestik, L.A Times Instant Ramen Power Rankings pernah menempatkan Indomie BBQ Chicken urutan pertama dan Indomie Goreng nomor 10 sebagai mi instan terenak.       

Dalam survei yang pernah dirilis oleh Kantar WorldPanel Indonesia dalam Fast Moving Consumer Goods (FMCG) Indomie masuk dalam peringkat ke tujuh sebagai produk yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Hal ini dapat dikatakan bahwa Indomie bisa sejajar dengan brand produk dunia seperti ColaCola, Lays, dan Pepsi.

Kepopuleran Indomie di negara-negara luar, di antaranya, Autralia, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Arab Saudi, Yordania, Selandia Baru, Hongkong. Indomie telah diekspor ke 80 negara termasuk ke kawasan Nigeria, Afrika.

Jika di Indonesia makan Indomie sudah menjadi ciri khas, sama halnya dengan warga Nigeria. Di sana, Indomie memiliki banyak penikmat. Rata-rata konsumsi Indomie di Nigeria sebanyak 1,7 kilogram per kapita setiap tahunnya (Aulia dkk, 2020).

Baca Juga : Hammersonic Festival Kembali Ditunda Hingga Maret 2023

Indomie di Indonesia, diproduksi tahun 1982, saat itu langsung menarik perhatian masyarakat hingga saat ini Indomie masih menadi pilihan favorit oleh banyak orang. Kesuksesan tersebut tak bisa lepas dari PT Indofood Sukses Makmur oleh sosok Sudono Salim saat itu (Mikael Hang, 2017).

Sedangkan, Indomie mulai masuk ke Nigeria, Afrika tahun 1995 melalui jalur ekspor. Di tahun tersebut pabrik Indomie mulai dibuka di Nigeria di bawah naungan DUFIL Prima Foods PLC. Hingga seiring bertambahnya tahun, kini pabrik Indomie di Nigeria berjumlah tiga, di Otta (1996), di Port Harcourt (2003), dan di Kaduna (2009). Tahun 2014, Indomie menguasai pasar mi instan di Nigeria sebanyak 74 persen. Varian rasa Indomie yang terdapat di Nigeria adalah Oriental, Ayam Bawang, dan Ayam lada. 

Ketertarikan warga Nigeria terhadap Indomie sangatlah unik. Mereka menyebut Indomie dengan Mi. Apapun merek mi instan, mereka akan menyebut Indomie. Saking larisnya Indomie di Nigeria, mereka menjadikan mi instan asal Indonesia tersebut sebagai salah satu makanan pokok selain nasi.

Bahkan, kepopuleran Indomie di Nigeria, terdapat salah satu warung makan Indomie yang selalu diserbu warga. Bisa dikatakan warung tersebut tersukses di Nigeria. Aboki pemilik warung memiliki strategi tersendiri dalam menarik konsumen.

Sama halnya di Indonesia, di Nigeria, makanan Indomie sangat cocok untuk mengganjal perut saat hujan juga serangan lapar di tengah malam. Salah satu akun twitter @pinotski membagikan cuitan warga Nigeria yang suka Indomie.

“Can’t sleep… making andomy (Indomie) noodles by microwave,” cuitnya.

Wah ternyata sama saja dengan warga +62 ya. Suka makan Indomie kalau lapar tengah malam.

Kekonsistenan rasa Indomie memang tak bisa berpaling dari lidah, bukan hanya warga Indonesia saja. Tetapi warga di negara lain pun juga sama. [INA]

Baca Juga : Teknik Japanese Binding Ala Kurator Muda Surabaya


- Sponsored Ad - Advertisement

Press ESC to close