Panggung

Sanggar Lidi Surabaya Sukses Gelar Pertunjukan Teater “Gayatri”

Indrajatim.com – Surabaya: Pertunjukan teater naskah Gayatri karya Totenk MT Rusmawan sukses digelar di Gedung Kesenian Cak Durasim pada Rabu (18/10) malam.

Acara tersebut merupakan serangkaian kegiatan Dharma Seni Untuk Negeri V perayaan satu dekade komunitas Seni Sanggar Lidi Surabaya yang dimulai pada tanggal 18-20 Oktober 2022.

Hari pertama, sehari sebelum ‘gong’ pertunjukan Gayatri, Sanggar Lidi Surabaya mengawalinya dengan menggelar pentas musik tiga komposer yakni Joko Porong, Lawe Samagaha bersama Kumpulan Bunyi Sunya, serta Gema Swaratyagita dengan pemusik Laring Kolektif. Baru pada hari kedua (19/10), Sanggar Lidi Surabaya menampilkan pertunjukan teater naskah Gayatri serta pembacaan puisi dan orasi kebudayaan oleh D. Zawawi Imron.

Naskah teater Gayatri sudah pernah dipentaskan pada tahun 2015 silam. Naskah tersebut kembali dipentaskan untuk memperingati satu dekade Sanggar Lidi Surabaya.

“Tahun 2015 Gayatri pernah menjadi pertunjukan terbesar yang pernah digelar oleh Sanggar Lidi Surabaya setelah sebelumnya hanya menggelar pentas-pentas kecil. Sehingga, untuk mengingat, mengenang, dan menapaki sejarah sejarah kami selama 10 tahun, kami memutuskan kembali naskah Gayatri,” ujar Totenk MT Rusmawan, penulis naskah sekaligus sutradara teater Gayatri.

Pentas teater Gayatri ini merupakan adaptasi dari karya Earl Drake berjudul Gayatri Rajapatni. Totenk mengungkapkan, dia berharap melalui pementasan Gayatri dia berharap melalui pemikiran-pemikiran sosok Gayatri dalam membangun Kerajaan Majapahit mampu memberikan sumbangsih untuk perkembangan bangsa.

“Gayatri adalah sosok di balik kejayaan Kerajaan Majapahit. Kami percaya melalui pementasan ini, akan memberikan sumbangsih dalam perkembangan bangsa,” tuturnya.

Salah satu penonton, Ki Aris Sugito ketua umum LP2BN (Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara memberikan apresiasi atas terselenggaranya pertunjukan teater Gayatri yang digelar oleh Sanggar Lidi Surabaya.

“Dari penampilan tadi, kita acungi dua jempol untuk Sanggar Lidi Surabaya. Penampilan dari segi pengambilan tema, penataan artistik, dan lainnya sangat baik. Mudah-mudahann tontonan ini bisa menjadi tuntutan,” ujar budayawan tersebut.

Seluruh pemain pementasan Gayatri (indrajatim.com/indra)

Animo penonton yang cukup tinggi menarik perhatian Ketua DPRD jawa Timur Kusnadi. Sebagai informasi, Kusnadi juga turut hadir pada gelaran ini.

“Saya melihat semangat yang luar biasa, saling mendukung antara kru dan pemain, walaupun masih ada sedikit kekurangan, mestinya ini menjadi bahan evaluasi. Tetapi, ini sudah menjadi sesuatu hal yang sangat luar biasa, mereka mampu memukau penonton selama dua jam tidak beranjak, itu suatu prestasi,” tuturnya.

Menurut Kusnadi, pesan yang dapat dipetik dari pementasan Gayatri dapat dilihat melalui bagaimana keberhasilan Gayatri membangun Kerajaan Majapahit dengan menyatukan wilayah-wilayah Nusantara.

“Jika ada polarisasi dalam pemilihan pilpres, pilkada bersama, bahkan pilkades saja di Indonesia itu sangat berbahaya. Nah, maka kemudian harus ada penyampaian pesan, salah satunya lewat budaya seperti ini. Sanggar Lidi Surabaya tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat Indonesia agar tidak terpecah belah,” ungkapnya.

Pementasan Gayatr hari pertama berhasil ditonton lebih dari 300 orang. Acara akan dilanjut pada tanggal 20 Oktober 2022 dengan menampilkan pengulangan pertunjukan teater Gayatri dan pembacaan puisi oleh Peri Sandi Huizche. (Izzatun Najibah)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button