logo
- Sponsored Ad - Advertisement

Pasar Seni Lukis Indonesia 2022 Menyuguhkan 3000 Karya Pelukis dari Lintas Wilayah di Indonesia

  • 19-11-2022

Indrajatim.com - Surabaya: Coretan cat pada kanvas putih yang ditorehkan oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa merupakan penanda dibukanya Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) pada Jumat sore (18/11) di Jatim Expo, Surabaya.

Gelaran acara yang diselenggarakan selama 10 hari, tepatnya hingga pada 27 November 2022 tersebut merupakan salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Provinsi Jawa Timur yang diinisiasi oleh Sanggar Merah Putih.

“Saya menyampaikan terima kasih pada perayaan HUT ke-77 Pemprov (Pemerintah Provinsi) Jawa Timur Sanggar Merah Putih yang dikomandani Cak Anis bisa mengumpulkan dan mengeksplor konvensi intrinsik dari pelukis-pelukis Indonesia,” tutur Khofifah.

Pembukaan Pasar Seni Lukis Indonesia oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Foto/Canty)

Dengan mengenakan setelan baju batik berwarna coklat dan berjilbab oranye, Gubernur Jawa Timur itu juga menyambangi setiap stand dari masing-masing pelukis untuk memamerkan karya-karyanya.

“Mudah-mudahan akan ketemu banyak peminat yang bisa menjadikan lukisan-lukisan di sini dan koleksi di tempat masing-masing ini laris,” imbuhnya.

Baca Juga : Didapuk Jadi Komandan Kontingen, Ketua DPRD Kusnadi Optimis PWI Jatim Juara Umum Porwanas

Pada PSLI tahun ke-13 ini, sebanyak 136 stan disediakan untuk 220 pelukis yang datang dari berbagai penjuru negeri, mulai dari seluruh provinsi di Pulau Jawa, Bali, Lampung, Kalimantan Selatan, hingga Mataram.

Ketua Penyelenggara, M. Anis dari Sanggar Merah Putih menuturkan bahwa PSLI dipersembahkan untuk para pelukis agar mampu menyajikan warna-warna yang digoreskan menjadi sebuah bentuk lukisan yang luar biasa, sekaligus sebagai misi untuk menyebarluaskan keindahan ke seluruh negeri.

“Dengan kegiatan semacam ini mudah-mudahan ada manfaatnya dalam mempertahankan keindahan NKRI. Jadi misi kami adalah menyebarluaskan keindahan seluruh negeri melalui lukisan. Mudah-mudahan bisa tercapai,” ucap Anis.

Sekitar 3000 karya terpajang memenuhi tiap sudut ruangan Jatim Expo, bahkan tampak pula stan galeri dari mantan presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dengan 17 karyanya.

Stan Galeri Lukisan Susilo Bambang Yudhoyono (Foto/Canty).

Pada Pasar Seni Lukis Indonesia tahun ini, pihak penyelenggara lebih banyak menggaet pelukis dari berbagai kalangan untuk dapat berpartisipasi. Jika pada tahun sebelumnya (Desember 2021), PSLI hanya membuka 86 stan, maka pada pertengahan bulan November 2022 ini, penyelenggara menyediakan setidaknya 136 stan yang diisi oleh pelukis dari lintas generasi, bahkan juga mewadahi pelukis difabel.

Seperti halnya Agus Yusuf, seorang pelukis difabel kelahiran 1966 asal Madiun yang tampak lincah melukis di atas kanvas putih meski menggunakan kaki dan mulut. Agus menampilkan sekitar 12 lukisan terbarunya yang mengeksplorasi tema bunga dalam berbagai bentuk.

“Ini merupakan karya terbaru saya, sekitar 12 lukisan saya bawa, saya merasa senang dan antusias bisa hadir dalam acara Pasar Seni Lukis ini. Keseluruhan lukisan memang bergambar bunga. Namun, sebetulnya saya cenderung menggambar alam dan binatang. Karena itu merupakan cara saya untuk mensyukuri setiap ciptaan Tuhan,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai petani tersebut.

Agus Yusuf, Pelukis Difabel Asal Madiun (Foto/Canty).

(Canty Nadya Putri)

Baca Juga : Ketika Kaum Yahudi Berada di Bawah Perlindungan Islam


- Sponsored Ad - Advertisement

Press ESC to close