logo
- Sponsored Ad - Advertisement

Timnas Iran dan Pendukung Kompak Serukan Aksi Protes Terhadap Pemerintah

  • 23-11-2022

Indrajatim.com – Qatar: Pemain nasional Iran dan supporter-nya tampak kompak melakukan aksi solidaritas untuk mendukung para demonstran atas sebuah protes kepada pemerintah karena telah merenggut hak-hak perempuan menyusul gugurnya Mahsa Amini pada bulan September lalu. Langkah tersebut dilakukan saat tim nasional sepak bola Iran bertanding melawan Inggris di ajang Piala Dunia, Qatar pada Senin (21/11).

Para pemain nasional sepak bola Iran berbaris dengan memajang mimik wajah tanpa ekspresi sembari saling berpelukan satu sama lain dan menolak menyanyikan lagu kebangsaan negara saat lagu tersebut berkumandang.

Sedangkan sebelum pertandingan antara Iran dengan Inggris dimulai, sejumlah supporter tim sepak bola Iran terlihat menggelar aksi protes di luar stadion dengan meneriakkan nama Mahsa Amini dan Ali Karimi, mantan kapten timnas Iran yang turut mendukung aksi protes kepada pemerintah Iran.

Laporan dari Al Jazeera Saat Aksi Solidaritas di Luar Stadion Saat Piala Dunia 2022 Iran Vs Inggris pada Senin (21/11) (Foto/twitter: @AJEnglish).

Sejumlah pendukung timnas Iran juga menyampaikan bentuk protes di dalam stadion dengan membentangkan poster bertuliskan “Woman, Life, Freedom” (“Perempuan, Kehidupan, Kebebasan)” saat pertandingan dimulai. Beberapa dari mereka juga terlihat menunjukkan isyarat dua jari seperti gunting sebagai simbol pembangkangan terhadap pemerintah Iran.

Aksi Protes dari Para Supporter Timnas Iran Saat Pertandingan Piala Dunia Iran Vs Inggris pada Senin (21/11) (Foto/aljazeera.com).

Sebagai informasi, aksi yang menjadi bagian dari protes tersebut telah terjadi selama sekitar dua bulan di Iran, disebabkan oleh kematian Mahsa Amini, perempuan berusia 22 tahun yang ditahan oleh petugas penegak hukum yang juga dikenal sebagai ‘polisi moral’ Iran setelah melanggar aturan berpakaian untuk perempuan muslim di Iran pada bulan September 2022 lalu.

Gelombang unjuk rasa kian lama kian meledak hingga para aparat mengambil langkah ekstrem yang bertujuan untuk meredam demonstrasi. Pasukan keamanan Iran diperkirakan telah melakukan kekerasan hingga menewaskan sekitar 378 demonstran, dan 47 di antaranya adalah anak-anak.

Ada pro kontra dalam upaya pemerintah Iran menjalankan aturan yang dibuat serta penegakannya. Namun sebagai refleksi, penting juga untuk menjadi pembelajaran pemerintah negara manapun. Dasar dari aturan adalah untuk mampu mengayomi kehidupan bersama dalam satu lingkungan agar tercipta kehidupan yang baik. Tidak terkecuali dalam kehidupan bernegara. Jika sebuah aturan justru malah menjadi tatanan yang merenggut korban nyawa, maka diluar penegakannya, aturan tersebut harus memberikan penataan kembali. (Canty Nadya Putri)

Baca Juga : Pingky Ayako dan Karya Seni Kampung Tambak Bayan


- Sponsored Ad - Advertisement

Press ESC to close