logo
- Sponsored Ad - Advertisement

Asa Masa Depan Seni Teater Pasca Penutupan Parade Teater Jawa Timur 2022

  • 21-11-2022

Indrajatim.com – Surabaya: Parade Teater Jawa Timur 2022 telah sukses digelar dengan keriuhan apresiasi dari berbagai pihak yang turut mendukung terselenggaranya acara ini. Pagelaran yang diselenggarakan oleh UPT Taman Budaya Jawa Timur tersebut diadakan di Gedung Kesenian Cak Durasim, Kompleks Taman Budaya Jawa Timur selama dua hari, tepatnya pada Jumat hingga Sabtu (18-19/11).

IB Creative Art (Surabaya), Teater Komunitas (Malang), Bengkel Seni Manyar Jaya (Surabaya) merupakan penyaji yang memeriahkan Parade Teater Jawa Timur 2022 di hari pertama (18/11), sedangkan Swarung Seni (Surabaya), Teater Nusa (Gresik), dan Forum Aktor (Sumenep) menyajikan keesokannya 19 November 2022.

Keenam komunitas teater yang berhasil tampil dalam Parade Teater Jawa Timur 2022 merupakan grup-grup yang lolos proses kurasi dari para kurator antara lain Deny Tri Arianti (STKW), Arif Hidayat (Universitas Negeri Surabaya), dan Mahendra (Sumenep).

Menurut salah satu kurator, Deny Tri Arianti, proses seleksi berjalan secara ketat sesuai dengan juklak dan juknis yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.

“Proses kurasi ini sudah berjalan sesuai prosedur dan ketat. Ada kategori tertentu jadi terkait usia penyaji serta syarat standar ditentukan oleh panitia seperti pengkaryaan yang tidak lebih dari tiga tahun, berdomosili di Jawa Timur, dan lain sebagainya. kemudian dari segi konsep dan visual pertunjukan memang lebih cenderung pada kemasan kekinian atau kontemporer. Ada realis, non realis, teater tubuh, dan hasil kreatif lainnya,” jelasnya.

Baca Juga : Garis Tipis Kewarasan Dan Kegilaan dalam Monolog “Terlambat Jeda” Jedink Alexander

Pada hari kedua gelaran Parade teater Jawa Timur 2022, rangkaian gelaran dibuka dengan pertunjukan monolog Jedink Alexander, yang dalam kesempatan ini, menjadi bintang tamu parade teater jawatimur 2022. Penampil selanjutnya adalah Swarung Seni Surabaya dengan naskah “Pita Kaleng” Afif Alwi. Menampilkan gambaran realis terkait fenomena sosial yang terjadi hari ini, Moh. Khotib H selaku sutradara mampu membangun sebuah kritik sarkasme dari dua aktivis yang tidak memiliki hak istimewa hingga mereka masuk ke dalam jeruji penjara karena aksi protes yang ditujukan kepada penguasa.

“Di sini  yang hendak diutarakan oleh penulis naskahnya adalah sebuah pesan bahwa keadaan sosial di masyarakat saat ini merupakan fenomena yang terjadi belakangan ini,” tutur Ali Mas’Ud, pimpinan produksi pementasan “Pita Kaleng”.

Pertunjukan “Pita Kaleng” dari Swarung Seni Surabaya (Foto/Canty).

Gelak tawa dari penonton terdengar meriah saat menyaksikan para aktor menyampaikan setiap kritikan yang dibalut dengan banyaknya adegan komedi. Begitupun pada properti yang berada di atas panggung, para aktor rupanya tidak menyia-nyiakan keberadaan setiap unsur artistik di sekeliling mereka, pasalnya permainan aktor terlihat begitu menguasai panggung beserta harmonisasi tata artistiknya, baik dari segi musik, tata panggung, hingga pencahayaan.

Pertunjukan selanjutnya adalah lakon “Senja Putih” yang dibawakan oleh Teater Nusa, sebuah kelompok teater yang berasal dari SMA Nahdlatul Ulama Gresik. “Senja Putih” merupakan sebuah karya pementasan realis yang mampu menggugah emosional penonton.

Dimulai dari artistik yang dikemas mempertimbangkan tata letak panggung yang selaras, keharmonisan musik, pencahayaan yang dinamis, hingga permainan aktor yang kuat menjadikan penyajian Teater Nusa dalam mengotak atik panggung teater terasa sangat estetik.

“Senja Putih” isyaratkan pandangan kepada penonton bahwa senja tidak hanya serupa jingga keemasan, bahkan tampak pula senja yang memutih. Namun, pada senja -senja itulah memberikan makna tentang arti akhir kehidupan. Sementara pertunjukan teater ini menyampaikan senja pada kepergian, hingga menunggu datang. Permainan dua aktor yang perankan tokoh Ibu dan anak, cukup intim, sehingga dialog - dialog yang dimainkan, cukup membuat penonton terhanyut kedalam peristiwa yang dibangun.

Parade Teater Jawa Timur 2022 ditutup dengan penampilan Forum Aktor Sumenep dengan naskah “Seni Nomenklatur”. Di awal pertunjukan, penonton dibuat terkejut dengan kemunculan tiga aktor di tengah-tengah kursi penonton yang berjalan menuju depan panggung sambil membawa properti sayur-mayur.

Dibuka dengan ambient sound, ketiga aktor tersebut kemudian memotong sayur-mayur yang dibawanya secara sembarangan sembari menari mengikuti lantunan musik yang sedang berputar. “Seni Nomenklatur” didominasi oleh permainan gerak tubuh aktor serta pemanfaaan visual yang ditampilkan pada pantulan layar.

Bercerita tentang keyakinan dan kebenaran pada sebuah realitas, “Seni Nomenklatur” dikemas dengan konsep pemanggungan non realis yang mengutarakan sebuah realitas sosial yang dekat dengan kehidupan manusia.

“Bagaimana kita melihat realitas-realitas yang bias dan semu yang kemudian kami sampaikan dengan cara-cara yang naif dan bodoh, atau mungkin bahkan kita sudah terbiasa dengan cara itu,” ucap Firman, sutradara “Seni Nomenklatur”.

Forum Aktor Sumenep saat Menampilkan “Seni Nomenklatur” (Foto/Canty).

Tuntas sudah gelaran Parade Teater Jawa Timur 2022 diselenggarakan. Seluruh rangkaian berjalan cukup rapi dan lancar, khususnya saat acara pelaksanaan selama dua hari, 18 dan 19 November 2022. gelaran ini diharapkan mampu menciptakan animo besar kembalinya kreatifitas seniman, khususnya teater dalam menciptakan karya dalam bidang pertunjukan seni, sehingga mampu menambah terus khasanah kebudayaan. (Canty Nadya Putri)

Baca Juga : Guernica, Sebuah Perlawanan atas Fasisme


- Sponsored Ad - Advertisement

Press ESC to close