logo
- Sponsored Ad - Advertisement

Kakawin Bharatayuddha

  • 07-11-2022

Indrajatim.com: Kakawin Bharatayuddha merupakan salah satu dari sekian karya indah yang diwariskan Raja Jayabhaya di zaman Kediri. Kakawin yang menceritakan peperangan antara Kurawa dan Pandawa yang disebut dengan "Perang Bharatayuddha" ini ditulis antara tahun 1104 dan 1222 oleh dua orang Mpu; Mpu Sedah untuk episode awal atau babak permulaan sampai tampilnya Prabu Salya ke medan perang, dan Mpu Panuluh pada babak selanjutnya hingga selesai.

Berdasarkan riwayat Mpu Panuluh, sebagaimana disebutkan di akhir kakawin, Mpu Sedah meminta kepada Mpu Panuluh untuk menyelesaikan kakawin tersebut karena tak sampai hati merampungkan kisah sang prabu Salya yang akan berangkat ke medan perang.

Baca Juga : Perpaduan Alunan Musik Gamelan dan Jazz di Pertunjukan Wayang Urban Nanang Hape Dkk

Kakawin Bharatayuddha ditulis sebagai bagian dari sejarah Jawa Indonesia yang menceritakan kehidupan raja Jayabhaya, yang mengadaptasi perang keluarga antara Pandawa dengan Kurawa - hasil dari proses akulturasi dan penyesuaian. Ia disebut-sebut disebut-sebut sebagai kitab apologi atau kitab pembelaan Jayabhaya dari Kediri atas penyerangan dan penaklukkannya terhadap Jenggala. Dengan kakawin ini, Mpu Sedah telah membebaskan raja Jayabhaya dari segala tuduhan, bahwa ia telah menaklukkan kerajaan Jenggala yang dipimpin oleh salah satu keturunan Airlangga, yang masih kerabatnya sendiri.

Menurut kronogram yang terdapat pada awal kakawin, karya sastra ini ditulis ketika (tahun), sanga-kuda-śuddha-candramā. Sangkala ini menunjukkan angka 1079 Saka atau 1157 Masehi, pada masa pemerintahan prabu Jayabhaya. Tepatnya pada tanggal 6 November 1157. (Fahmi Faqih)

Baca Juga : Sari Saqati


- Sponsored Ad - Advertisement

Press ESC to close