Advertorial

Dalam Data, Kota Batu Masih Nomor Satu

Indrajatim.com | Batu – Satu dari tiga wilayah yang masuk dalam Malang Raya, adalah Kota Batu. Sejak 17 Oktober 2001 Kota Batu ditetapkan sebagai kota otonom terpisah dari Kabupaten Malang. Kota Batu memiliki peluang besar dalam pengelolaan Sumber Daya Alam. Sektor pariwisata yang menjadi potensi unggulan, terus menjadi daya dorong untuk berbagai sektor lain.

Secara administratif, resmi menjadi kota setelah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu disahkan. Wilayah Kecamatannya terdiri dari tiga, yakni, Kecamatan Batu, Kecamatan Junrejo, dan Kecamatan Bumiaji.

Luas wilayahnya 19.908,72 ha atau sekitar 0,42 persen total luas Jawa Timur. Berada di ketinggian 680-1200 meter dari permukaan laut, Kota Batu diapit oleh tiga gunung, yaitu Gunung Panderman (2010 mdpl), Gunung Arjuna (3339 mdpl), dan Gunung Welirang (3156 mdpl). Kondisi topografi yang demikian menjadikan kota ini memiliki suhu udara rata-rata 15-19 derajat celcius.

Baca Juga : Kota Batu, Kawasan Wisata Andalan Sejak Abad Ke-10

Suhu udaranya yang dingin dan dikelilingi pegunungan, membuat Batu menjadi salah satu kota di Jawa Timur yang paling sering dikunjungi oleh para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Terdapat lebih dari 30 tempat wisata yang terhimpun di Kota Batu. Baik wisata bahari, wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner, ekowisata dan masih banyak lagi, semuanya lengkap ada di Kota Batu.

Berita Lainnya

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah wisatawan yang datang di Kota Batu pada tahun 2019, tembus 7,3 juta orang. Jumlah tersebut 35 kali lipat dari total penduduk Kota Batu di tahun yang sama, yakni 207 ribu jiwa.

Pada masa pandemi, yakni pada tahun 2021, BPS mencatat, jumlah pengunjung yang datang ke Kota Batu untuk berwisata 2,5 juta orang. Jumlah tersebut belum termasuk pengunjung yang menginap di hotel.

Dua tahun pandemi COVID-19 sangat berdampak besar bagi semua sektor. Oleh karena itu Pemkot Batu di bawah kepemimpinan Dewanti Rumpoko optimis bangkit dari pandemi, dengan target pada tahun 2022 ini adalah 5 juta wisatawan.

Dengan visi “Desa Berdaya Kota Berjaya Terwujudnya Kota Batu Sebagai Sentra Agro Wisata Internasional Yang Berkarakter, Berdaya Saing Dan Sejahtera” Pemkot Batu optimis dapat meningkatkan daya saing perekonomian yang lebih progresif dan mandiri berbasis agrowisata baik dalam skala nasional maupun internasional.

Pemerintah Kota Batu mengembangkan sektor pariwisata berkualitas dan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai progam, salah satunya menciptakan desa wisata.

Setidaknya, saat ini Kota Batu sudah memiliki lebih dari 10 Desa Wisata. Mulai dari Desa Wisata Sumberejo, Desa Wisata Oro-Oro Ombo, Desa Wisata Sidomulyo, Desa Wisata Ngaglik, Desa Wisata Torongrejo, Desa Wisata Dadaprejo, Desa Wisata Beji, Desa Wisata Pendem, dan masih banyak lagi.

Pengembangan Desa Wisata tidak hanya difungsikan sebagai pengenalan potensi wisata di Kota Batu, pengembangan Sumber Daya Manusia melalui transformasi sosial, seni budaya dan ekonomi di semua desa wisata seperti pelatihan-pelatihan enterperneur, dan public relation, kesadaran menjaga lingkungan, dan pelatihan keterampilan lain-lain terus dilakukan.

Dewanti Rumpoko juga senantiasa konsisten dalam mengadakan event tahunan untuk mempromosikan Kota Wisata Batu (KWB). Seperti Batu Culture Festival, Kondang Seni Gamelan, Festival Tari Tradisional, Pekan Kebudayaan, Festival Paralayang, Gowes Wisata Nasional, Expo Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusantara 2022, Batu Intenational Orchid Show 2022 East Java dan masih banyak lagi.

Melalui Dinas Pariwisata Kota Batu, setidaknya setiap tahun Batu telah menggelar event tahunan sebanyak lebih dari 60 kali. Acara yang menggabungkan bidang pariwisata, kesenian dan kebudayaan itu menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Batu dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kota Batu.

Sejak Desember 2017, di bawah kepemimpinan Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso, Kota Batu mengantongi banyak prestasi baik di tingkat regional maupun nasional di bidang pemerintahan, ekonomi, inovasi hingga pelayanan publik.

Sepanjang tahun 2018, prestasi yang diraih mulai dari Sindo Weekly Government Award 2018 di bidang pertumbuhan ekonomi, Smart Branding Smart City Indonesia Smart Nation Award 2018, Kota Layak Anak Tingkat Pratama 2018, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kab./Kota di Provinsi Jawa Timur TA.2017 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2018, Desa Sadar Hukum Tingkat Provinsi Jawa Timur 2018, TOP IT LEADERSHIP 2018 dari perhargaan atas komitmen tinggi pemerintah dan pelaku bisnis dalam melakukan implementasi dan inovasi IT TELCO, Among Tani IT On Agro Application, Predikat Kepatuhan Tinggi Terhadap Standar Pelayanan Publik dari OMBUDSMAN RI tahun 2018, dan masih banyak lagi.

Hingga tahun 2022 ini, keberhasilan dalam bidang wisata yang dimulai dari desa dan berdampak jelas pada peningkatan ekonomi di berbagai sektor, dari seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Timur, Kota Batu masih menjadi nomor satu. (*/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button